TAKENGON (STAINGPA) - Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi IAIN, STAIN Gajah Putih Takengon menyusun draf organisasi dan tata kerja "IAIN Gajah Putih". 

Hal tersebut dilakukan dengan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD)  memperkuat organisasi dan tata kerja (ortaker) kelembagaan, Sabtu (28/07/2018).

Kegiatan itu dihadiri langsung Kabiro Ortala Kementerian Agama RI, Drs. Afrizal Zen, M. Si dan Wakil Rektor III IAIN Padang Sidempuan Dr. Sumper Mulia Harahap, M. Ag. 

"Alhamdulillah, hari ini Pak Kabiro Ortala Kemenag RI hadir untuk memberikan arahan dan penguatan terkait organisasi dan tata kerja STAIN Gajah Putih yang akan bertranformasi menjadi IAIN Gajah Putih, nanti hasilnya berupa draf ortaker yang visioner, " tutur Ketua STAIN Dr. Zulkarnain, M. Ag di ruang kerja sesaat sebelum FGD dimulai. 

Kabiro Ortala Drs. Afrizal Zen, M. Si menyampaikan, ada tiga tujuan alih status kelembagaan dari STAIN menjadi IAIN yaitu, peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu, dan pemerataan. 

"Biasanya kalau status meningkat akan dibarengi dengan peningkatan mutu, yang sudah-sudah begitu, maka nanti jangan lagi IAIN rasa STAIN, sekarang kan sudah STAIN rasa IAIN, " harapnya. 

Sementara Warek III IAIN Padang Sidempuan dalam kesempatan itu membaca kesiapan STAIN Gajah Putih menjadi IAIN sudah cukup matang. 

"Secara de facto, STAIN Gajah Putih sudah sangat layak menjadi IAIN, hanya saja secara legal formal perlu tahapan-tahapan, kehadiran saya dalam hal ini untuk membagi pengalaman agar IAIN Gajah Putih lebih berkualitas dari yang sudah IAIN lebih dulu, " pungkasnya. 

Dr. Zulkarnain, M. Ag menerangkan nantinya draf ortaker IAIN Gajah Putih ini nantinya menjadi bahan yang akan dibahas di jajaran biro ortala untuk diserahkan ke Kemenpan RB. (Humas) 

 

 

 

 

 

 

Lainnya :