AICIS BAHAS GENERASI MUDA, DR. AL MUSANNA: INI DISKUSI PALING MENARIK

Wakil Ketua I Dr. Al Musanna, M. Ag (kanan) dan Irfan Amali (kiri) 

JAKARTA (STAINGPA) – Salah satu topik yang diusung Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-19 adalah persoalan anak muda. Seperti diketahui, AICIS yang digelar oleh Kementerian Agama 1-4 Oktober di Hotel Mercure Batavia Jakarta ini menjadikan ‘Digital Islam, Education and Youth’ sebagai tema umum.

Hari kedua, Rabu (02/10/2019) malam, Discussion on Stage AICIS ditutup dengan pembahasan tentang “Future Trajectory of Indonesian Youth”. Untuk ini, panitia mendatangkan para pembicara luar biasa mengupas topik tersebut.

Pembicara pertama adalah seorang komika perempuan tanah air, Sakdiyah Ma’ruf. Nama Sakdiyah Ma’ruf atau akrab disapa Diyah tentu tidak asing bagi kalangan peminat stand up comedy.

Dia adalah seorang komika (stand up comedian) perempuan keturunan Arab dengan segudang penghargaan. Melansir laman beritagar.id , komika kelahiran 1982 tersebut dinobatkan sebagai salah satu dari 100 perempuan inspiratif dan berpengaruh di dunia versi BBC tahun 2018.

Sakdiyah juga pernah menerima penghargaan Vaclav Havel International Prize for Creative Dissent pada tahun 2015. Ia juga masuk ke dalam nominasi Index of Censorship Awards kategori seni. Prestasi lainnya,  perempuan yang meyakini humor sebagai metode paling efektif untuk bersuara ini juga pernah dinobatkan sebagai Perempuan Supreme Indonesia dari Head and Shoulders dan Majalah Femina.

Pembicara kedua, Irfan Amali. Tak kalah luar biasa, Irfan Amali merupakan pendiri sebuah komunitas generasi muda dunia, Peace Generation. Pemuda kelahiran Bandung ini juga seorang CEO pada Mizan Application Publisher, penulis buku dan produser.

Lulusan Brandeis University, Amerika ini pernah menerima penghargaan sebagai Young Creatif Entrepreneur Award dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2012.  Selain itu, Irfan juga pernah terpilih sebagai pemuda inspiratif (Inspiring Young Man) versi BBC London pada tahun 2010.

Menyoal generasi muda, tadi malam Irfan mengatakan, bahwa dakwah untuk generasi muda tidak bisa hanya dengan ceramah. Generasi muda saat ini, katanya, lebih tertarik dengan tiga hal, yaitu: game, fun, dan adventure. Menurutnya, dakwah dengan ‘bahasa kaumnya’ untuk generasi muda saat ini dapat dimaknai dengan visualisasi.

“Kita harus melakukan eksperimen-eksperimen yang belum sempat dilakukan oleh generasi tua,” katanya.

Pembicara lainnya, seorang akademisi muda dari UIN Sunan Kalijaga, Najib Kaelani. Dia meraih gelar Ph.D dari University of New South Wales (UNSW) Australia.

Wakil Ketua I STAIN Takengon Dr. Al Musanna, M.Ag yang turut aktif dalam diskusi tersebut menyampaikan apresiasi untuk para pembicara.

“Ini disukusi paling menarik untuk AICIS dua hari ini,” demikian komentar Waka I. (Humas)

Lainnya :